PERANG ACEH

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

   Puji syukur atas kehadirat Allah SWT sehingga kita bisa pada hari ini. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya dulu sebelum negara kita merdeka, kita harus memperjuangkan wilayah nusantara dari tangan penjajah. Perlawanan dilakukan dengam berbagai cara diantaranya perlawanan dari berbagai daerah seperti dari aceh, bali, kesultaman banjar, dan lain lain. Dan kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai perang aceh


   Kronologis perang Aceh

 Perang aceh di pimpin oleh Teuku Umar, Panglima Polim, Teuku Cik Di Tiro, dan Cut Nyak Dien. Mereka saling bekerja sama dalam mengusir penjajah belanda dari tanah aceh. Mereka sangat gigih melawan Belanda.
 Semangat rakyat Aceh melawan Belanda dilandasi dengan semangat perang suci membela agama. Teuku Cik Di Tiro membentuk angkatan pernang sabil. Pada tahun 1881, beliau berhasil merebut benteng milik Belanda di Indrapuri. Setelah itu benteng benteng Belanda lain berhasil di rebut. Belanda hanya bertahan di Banda Aceh

Siapakah Dr. Snock hurgronje itu? 

 Belanda semakin kesulitan menghadapi rakyat Aceh. Oleh karena itu, Belanda mengirimkan Dr. Snouck hurgronje untuk mengetahui kekuatan rakyat Aceh. Dr. Snouck hurgronje berpura pura menjadi seorang muslim yang taat dan bergaul masyarakat Aceh. Dari hasil penelitian tersebut, Belanda menjadi tahu kelemahan rakyat Aceh. Selanjutnya Belanda mengangkat Jenderal Van heutz sebagai gubernur militer di Aceh. Selain itu belanda membentuk pasukan antigerilya yang di sebut pasukan marsose. 
  Pada tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran Meulaboh. Perjuangan selanjutnya dipimpin oleh Cut Nyak Dien. Bersama Cut Nyak Meutia, Cut Nyak Dien bergerilya di daerah Meulaboh. Pada tahun 1903 Sultan Muhammad Daud Syah dan Panglima Polim menyerah kepada Belanda
  Pada bulan november 1905, Cut Nyak Dien di tangkap oleh Belanda. Cut Nyak Dien diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat. Di sana beliau wafat pada bulan november 1908. Jenazahmya di makamkan di Cadas, Sumedang.
  Perlawanan di lanjutkan oleh Cut Nyak Meutia. Namun kedudukan Cut Nyak Meutia semakin terdesak. Pada tahun 1909, Cut Nyak Meutia gugur dalam sebuah pertempuran di hutan pasai, akhirnya Aceh jatuh ke tangan Belanda

Demikian kisah singkat yang dapat saya bagikan, mohon maaf masih terdapat banyak kesalahan. Dan semoga bermanfaat

 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar

Postingan Populer