BUNYI HUKUM COLOUMB, RUMUS, BESERTA CONTOH SOALNYA
Assalamu'alaikum wr wb..
Kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai hukum gaya coloumb atau yang biasa di sebut,, hukum coloumb.
Hukum coloumb merupakan hukum yang membahas tentang hubungan gaya listrik, dengan dua buah muatan, dan jarak antar kedua muatan tersebut. Besar gaya coloumb adalah besar gaya tarik menarik atau tolak menolak yang di timbulkan oleh dua buah muatan yang di pisahkan jarak tertentu. Semakin besar salah satu atau kedua muatan tersebut, maka semakin besar gaya yang di timbulkan. Namun jika jarak kedua muatan semakin jauh, maka gaya yang di timbulkan semakin kecil ( F = ¹/r²).
Hukum coloumb di kemukaan pada tahun 1785 oleh Charles Augustin de Coloumb, seorang fisikawan berkebangsaan perancis yang berbunyi..
F = k. Q1. Q2
r²
Dimana ;
* Dua buah benda A dan B masing masing bermuatan listrik sebesar 6 e-9 c dan 8 e-9 c. Pada jarak 4 cm, tentukan gaya antara kedua benda tersebut jika konstanta coloumb 9 e9 Nm²/C²
Penyelesaian;
Q1= 6 e-9
Q2= 8 e-9
r. = 4 cm = 4 e-2 m
K = 9 e9
F = k. Q1. Q2
r²
= 9 e9. 6 e-9. 8 e-9
(4 e-2)²
= 9 e9. 6 e-9. 8 e-9
16 e-4
= (9×6×8) e (9-9-9)
16 e-4
= 432 e-9
16 e-4
= 27 e-9 - e-4
= 27 e-9 + e4
= 27 e-5 N
Untuk lebih memahami materi tersebut, di bawah ini adalah contoh contoh soal mengenai hukum coloumb yang dapat di coba😊
Demikian sedikit penjelasan dari saya yang tentunya masih banyak kesalahan. Semoga bermanfaat 😊😊
Wassalamu'alaikum wr wb..
Kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai hukum gaya coloumb atau yang biasa di sebut,, hukum coloumb.
Hukum coloumb merupakan hukum yang membahas tentang hubungan gaya listrik, dengan dua buah muatan, dan jarak antar kedua muatan tersebut. Besar gaya coloumb adalah besar gaya tarik menarik atau tolak menolak yang di timbulkan oleh dua buah muatan yang di pisahkan jarak tertentu. Semakin besar salah satu atau kedua muatan tersebut, maka semakin besar gaya yang di timbulkan. Namun jika jarak kedua muatan semakin jauh, maka gaya yang di timbulkan semakin kecil ( F = ¹/r²).
Hukum coloumb di kemukaan pada tahun 1785 oleh Charles Augustin de Coloumb, seorang fisikawan berkebangsaan perancis yang berbunyi..
"Besar gaya tolak- menolak atau gaya tarik menarik antara dua benda bermuatan listrik, berbanding lurus dengan besar masing masing muatan listrik dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan"
Hukum coloumb dapat di rumuskan dengan persamaan,
F = k. Q1. Q2
r²
Dimana ;
- F. = gaya coloumb (N)
- Q1, Q2 = muatan masing masing benda (C)
- r. = jarak antar muatan (m)
- K. = konstanta Coloumb (9 e9 Nm²/C²)
* Dua buah benda A dan B masing masing bermuatan listrik sebesar 6 e-9 c dan 8 e-9 c. Pada jarak 4 cm, tentukan gaya antara kedua benda tersebut jika konstanta coloumb 9 e9 Nm²/C²
Penyelesaian;
Q1= 6 e-9
Q2= 8 e-9
r. = 4 cm = 4 e-2 m
K = 9 e9
F = k. Q1. Q2
r²
= 9 e9. 6 e-9. 8 e-9
(4 e-2)²
= 9 e9. 6 e-9. 8 e-9
16 e-4
= (9×6×8) e (9-9-9)
16 e-4
= 432 e-9
16 e-4
= 27 e-9 - e-4
= 27 e-9 + e4
= 27 e-5 N
Untuk lebih memahami materi tersebut, di bawah ini adalah contoh contoh soal mengenai hukum coloumb yang dapat di coba😊
- Dua buah partikel bermuatan listrik di dekatkan pada jarak tertentu hingga timbul gaya sebesar F, jika besar muatan listrik partikel pertama di jadikan ½ kali muatan semula. Maka gaya yang timbul menjadi?...
- Dua buah benda bermuatan listrik tarik menarik dengan gaya sebesar F, jika jarak kedua muatan di jauhkan menjadi 4 kali semula. Maka tentukan besarnya gaya tarik menarik antara kedua muatan sekarang!..
- Dua buah benda bermuatan listrik masing masing 30 c dan 15 c, jarak kedua muatan itu 15 cm. Besarnya listrik yang teejadi adalah?...
Demikian sedikit penjelasan dari saya yang tentunya masih banyak kesalahan. Semoga bermanfaat 😊😊
Wassalamu'alaikum wr wb..
Komentar
Posting Komentar